Dampak Minum Antibiotik Tanpa Resep Dokter Bisa Berakibat Kematian
Info kesehatan kali ini akan mengulas tentang beberapa dampak mengkonsumsi antibiotika tanpa meggunakan resep dokter. Antibiotik adalah obat-obatan segolongan molekul, baik sintetik maupun alami, yang mempunyai efek menekan atau menghentikan suatu proses biokimia di dalam organisme, khususnya dalam proses infeksi oleh bakteri. Penggunaan antibiotika berkaitan dengan pengobatan penyakit infeksi, meskipun dalam bioteknologi dan rekayasa genetika juga digunakan sebagai alat seleksi terhadap mutan atau transforman.
Cara kerja obat antibiotik adalah seperti pestisida yaitu menekan atau memutuskan satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.
Obat ini selain menimbulkan efek samping, bagi beberapa orang bisa menyebabkan reaksi alergi setelah mengonsumsinya. Kalau sebelumnya seseorang sudah tahu alergi dengan antibiotika tertentu, sudah pasti ia tidak akan diberikan antibiotika tersebut oleh dokter.
Setip orang yang mempunyai alergi obat ini mempunyai reaksi yang tidak sama, ada yang mencetuskan gejala asma, seperti sesak napas. Reaksi serius lainnya adalah sindrom Steven Johnson, yang membuat seluruh permukaan kulit pasien meradang. Bahkan, kemudian timbul vesikel seperti cacar air di seluruh tubuh. Apabila kondisi ini terjadi, pasien harus segera dirawat karena situasinya sudah darurat. Namun, yang paling ekstrem adalah muncul shock anafilaktik hingga berujung pada kematian, namun yang paling sering adalah gatal di kulit atau urtikaria. Yang berbahaya, apabila terjadi edema atau bengkak pada tenggorokan yang membuat seseorang seperti tercekik dan hal ini juga bisa mengakibatkan kematian kalau tidak cepat-cepat di tolong.
Karena efek dari mengkonsunsi obat ini bisa sangat berbahaya, maka sebaiknya anda tidak sembarangan menggunakan antibiotika untuk diri sendiri ataupun keluarga. Pemberian dosis yang salah juga bisa mengakibatkan mutasi bakteri dan mengakibatkan munculnya train bakteri yang kebal dari sebelumnya. Itulah sebabnya, pemberian antibiotika biasanya diberikan dalam dosis yang menyebabkan bakteri segera mati dan dalam jangka waktu yang agak panjang agar mutasi tidak terjadi. Penggunaan antibiotika yang 'tanggung' hanya membuka peluang munculnya tipe bakteri yang 'kebal'. Oleh karena itu satu dosis lengkap atau satu cure antibiotika harus dihabiskan semuanya, walaupun kadang-kadang baru setengah cure saja tampaknya sudah sembuh.
Hal yang paling tepat adalah mengkonsultasikan pada ahlinya yaitu dokter agar kesehatan dan nyama anda tidak terancam.
Cara kerja obat antibiotik adalah seperti pestisida yaitu menekan atau memutuskan satu mata rantai metabolisme, hanya saja targetnya adalah bakteri. Antibiotika berbeda dengan desinfektan karena cara kerjanya. Desinfektan membunuh kuman dengan menciptakan lingkungan yang tidak wajar bagi kuman untuk hidup.
Obat ini selain menimbulkan efek samping, bagi beberapa orang bisa menyebabkan reaksi alergi setelah mengonsumsinya. Kalau sebelumnya seseorang sudah tahu alergi dengan antibiotika tertentu, sudah pasti ia tidak akan diberikan antibiotika tersebut oleh dokter.
Setip orang yang mempunyai alergi obat ini mempunyai reaksi yang tidak sama, ada yang mencetuskan gejala asma, seperti sesak napas. Reaksi serius lainnya adalah sindrom Steven Johnson, yang membuat seluruh permukaan kulit pasien meradang. Bahkan, kemudian timbul vesikel seperti cacar air di seluruh tubuh. Apabila kondisi ini terjadi, pasien harus segera dirawat karena situasinya sudah darurat. Namun, yang paling ekstrem adalah muncul shock anafilaktik hingga berujung pada kematian, namun yang paling sering adalah gatal di kulit atau urtikaria. Yang berbahaya, apabila terjadi edema atau bengkak pada tenggorokan yang membuat seseorang seperti tercekik dan hal ini juga bisa mengakibatkan kematian kalau tidak cepat-cepat di tolong.
Karena efek dari mengkonsunsi obat ini bisa sangat berbahaya, maka sebaiknya anda tidak sembarangan menggunakan antibiotika untuk diri sendiri ataupun keluarga. Pemberian dosis yang salah juga bisa mengakibatkan mutasi bakteri dan mengakibatkan munculnya train bakteri yang kebal dari sebelumnya. Itulah sebabnya, pemberian antibiotika biasanya diberikan dalam dosis yang menyebabkan bakteri segera mati dan dalam jangka waktu yang agak panjang agar mutasi tidak terjadi. Penggunaan antibiotika yang 'tanggung' hanya membuka peluang munculnya tipe bakteri yang 'kebal'. Oleh karena itu satu dosis lengkap atau satu cure antibiotika harus dihabiskan semuanya, walaupun kadang-kadang baru setengah cure saja tampaknya sudah sembuh.
Hal yang paling tepat adalah mengkonsultasikan pada ahlinya yaitu dokter agar kesehatan dan nyama anda tidak terancam.

Belum ada Komentar untuk "Dampak Minum Antibiotik Tanpa Resep Dokter Bisa Berakibat Kematian"
Posting Komentar